Tenjolaya, smppgricikupa.sch.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dede Candra Sasmita, S.Ag., M.Pd., M.H., menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan lokomotif utama penentu masa depan dan kemajuan wilayah Bogor Barat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Pelepasan Siswa-siswi SMP PGRI Cikupa di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/6/2026).

Acara kelulusan ini juga dihadiri langsung oleh Camat Tenjolaya, Dr. Apid Junaedi, SSTP, M.Si.. Dalam sambutannya, Atep mengaku takjub dan memberikan apresiasi tertinggi terhadap kualitas mutu Sumber Daya Manusia (SDM) para guru serta Tenaga Kependidikan (Tendik) di SMP PGRI Cikupa yang dinilai berhasil mendidik karakter siswa secara optimal.

Kepala Sekolah SMP PGRI Cikupa, Dasuki, S.Ag., memberikan pembekalan mendalam berupa nasihat dan amanat penting bagi para alumnus (mukhorojin). Dasuki berpesan agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater serta pantang menyerah untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Rangkaian upacara pelepasan ini diikuti secara penuh oleh seluruh siswa-siswi beserta orang tua atau wali murid dari awal hingga akhir acara. Pihak sekolah mengemas kegiatan ini dengan memadukan unjuk kreativitas non-akademik dan penguatan ikatan emosional.

Kemeriahan acara diwarnai oleh parade pentas seni dari berbagai ekstrakurikuler (eskul) unggulan sekolah. Para siswa sukses memukau hadirin melalui sejumlah penampilan, antara lain: Marching Band yang membuka acara lewat aransemen yang dinamis, Seni Tari tradisional Sunda sebagai upaya pelestarian budaya lokal, Paduan Suara yang membawakan lagu-lagu perpisahan dengan harmonisasi vokal yang menyentuh, Drama Musikal teatrikal yang mengangkat kisah perjuangan di bangku sekolah, Marawis islami yang menambah kental nuansa religius.

Suasana riuh festival seni tersebut seketika berubah drastis menjadi penuh keharuan mendalam saat memasuki agenda utama, yaitu prosesi sungkeman. Ruang pertemuan mendadak senyap sebelum akhirnya pecah oleh isak tangis massal dari para hadirin.

Prosesi berjalan sangat menyentuh hati ketika seluruh siswa bersujud serentak di pangkuan ibu mereka masing-masing. Momen sakral ini menjadi wadah bagi para lulusan untuk memohon maaf atas segala kesalahan, berterima kasih atas pengorbanan tanpa pamrih orang tua, sekaligus meminta doa restu untuk melangkah ke masa depan.